Ambulance

/Ambulance
Ambulance 2018-06-25T08:06:55+00:00

Pelayanan ambulance adalah bagian dari manajemen penatalaksanaan penderita gawar darurat yang memerlukan keseragaman organisasi dan pedoman yang baik, sehingga mortalitas dan morbiditas dapat ditekan serendah mungkin. Pelayanan ambulance merupakan rangkaian yang berkesinambungan dan terdiri dari beberapa tahap yaitu :

  1. Rescue / Extrikasi
  2. Resusitasi / Stabilisasi
  3. Retrieve / Evakuasi

Pertolongan pertama saat terjadi cedera dapat dilakukan oleh siapapun, proses pertolongan sangat beragam dan sering kali dijumpai masalah karena niat baik menolong dilakukan dengan cara yang tidak benar / salah, sehingga sering kali terjadi cedera bertambah berat. Focus perhatian sering kali tidak memperhatikan saluran nafas/aiway dan C-Spain control, pernafasan / breathing, ventilation dan sirkulasi/circulation yang sangat berpotensi menimbulkan kematian.

Resusitasi dilakukan di tempat kejadian (pra rumah sakit) atau di rumah sakit, resusitasi mencangkup 3 (tiga) hal yaitu resusitasi nafas/airway, resusitasi breathing dan ventilasi serta peredaran darah/circulation. Tindakan ini dilakukan oleh paramedic di pra rumah sakit, kompetensi penatalaksanaan penderita gawat darurat pada umumnya.

Setelah penatalaksanaan resusitasi, penderita selanjutnya melewati proses rujukan /transper. Rujukan tersebut menyangkut ketersediaan tenaga medis (kompetensi yang dimiliki), saranan maupun prasarana yang tersedia untuk tujuan rujukan (the right patient to the right hospital by the right ambulance at the right time)