Bimbingan Rohani

/Bimbingan Rohani
Bimbingan Rohani 2018-06-21T10:22:41+00:00

Dasar Bimbingan Rohani Pasien

Bimbingan rohani Pasien dilakukan oleh manusia dan kepada manusia.  Oleh karena  itu Al Qur’an dan Hadist  menganjurkan  pada manusia agar memberikan bimbingan dan nasehat dengan wajar

. Kedua hal  tersebut  merupakan  sumber  segala  sumber  pedoman  hidup  umat Islam, Al Qur’an  dan  Sunnah  Rassul  dapat diistilahkan sebagai landasan ideal dan konseptual bimbingan rohani Islam.

Dari Al Qur’an dan  Sunnah  Rassul  itulah  gagasan,  tujuan  dan  konsep  (pengertian makna  hakiki)  bimbingan  rohani  Islam  bersumber.  Hal  ini  sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al Imran ayat 104 dan QS. Yunus ayat 57:

Artinya : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar,[7] merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Al Imran : 104)

Artinya : Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS Yunus : 57)

Dari ayat-ayat  tersebut  dapat diketahui  bahwa kita diwajibkan menyeru  atau  mengingatkan   kepada  kebaikan.  Dan  itu  dapat  kita lakukan melalui bimbingan rohani Islam atau bimbingan penyuluhan Agama. Karena dengan agama dapat menuntun  kita  kearah  jalan kebenaran  sehingga  kita  akan  meraih  kebahagiaan  di  dunia  dan  di akhirat.

Tujuan Bimbingan Rohani Pasien

Tujuan dari pelaksanaan bimbingan rohani pasien diantaranya yaitu:

  1. Menyadarkan penderita agar dia dapat memahami dan menerima cobaan yang sedang dideritanya. Ikut serta memecahkan dan meringankan problem kejiwaan yang sedang dideritanya.
  2. Memberikan pengertian dan bimbingan penderita dalam melaksanakan kewajiban   keagamaan   harian   yang   harus   dikerjakan   dalam   batas kemampuannya.
  3. Perawatan dan pengobatan dikerjakan dengan berpedoman tuntunan Islam, memberikan makan, minum obat dibiasakan diawali dengan “Bismillahirrahma- nirrahim” dan diakhiri dengan bacaan “Alhamdulillahirobbilalamin”.
  4. Menunjukkan perilaku dan bicara yang baik sesuai dengan kode etik kedokteran dan tuntunan agama.Fungsi Bimbingan Rohani Pasien

Adapun fungsi bimbingan rohani secara umum adalah sebagai berikut :

  1. Fungsi Preventif: Yakni membantu individu menjaga atau mencegah timbulnya masalah bagi dirinya.
  2. Fungsi  Kuratif  atau  Korektif:  Yakni  membantu  individu  memecahkan masalah yang sedang dihadapi atau dialaminya.
  3. Fungsi  Presertatif:  Yakni  membantu  individu  menjaga  agar  situasi  dan kondisi  yang  semula  tidak  baik  (mengandung  masalah)  menjadi  baik (terpecahkan) dan kebaikan itu bertahan lama.
  4. Fungsi Developmental/Pengembangan : Yakni membantu individu memelihara dan mengembangkan situasi dan kondisi yang telah baik agar tetap  baik  atau  menjadi lebih baik sehingga tidak memungkinkannya menjadi sebab munculnya masalah baginya.

Disinilah bimbingan rohani mempunyai peran yang konkrit dimana petugas bimbingan  rohani  dapat  melakukan  suatu  pendekatan  yang  tepat.  Sehingga dalam proses pelayanan bimbingan rohani seorang petugas rohani akan lebih memahami  dan  tidak salah dalam menyikapi permasalahan yang dihadapi pasien. Akan tetapi sebaliknya jika bimbingan rohani yang disampaikan tidak sesuai  dengan  fungsinya,  maka  proses  pelayanan  bimbingan  rohani  tidak sesuai  dengan  peranannya.  Dimana  dalam  penelitian  ini  peran  bimbingan rohani Islam lebih memfokuskan  kepada pasien dalam menghadapi musibah dari Allah SWT. Sehingga pasien bisa merasa tenang dan tabah dalam menghadapi sakitnya serta selalu berikhtiar kepada Allah SWT.

Dari  penjelasan  tersebut  dapat  disimpulkan  bahwa  bimbingan rohani Islam mempunyai fungsi sebagai pencegahan, membantu dan memecahkan masalah, membantu dan mengembangkan situasi dan kondisi  yang  sedang  dihadapi  oleh  pasien.

Dalam pelaksanaannya supaya  bimbingan  sesuai  dengan  pertumbuhan  dan  perkembangan pasien,   serta   melihat   bagaimana   kemampuan   yang   berhubungan dengan  apa yang diinginkan,  yang semua  itu dapat diterapkan  pada bimbingan rohani  di rumah  sakit.

Selain  hal  tersebut  yang  menjadi fungsi  fundemental   bimbingan rohani adalah membantu individu dalam memecahkan masalahnya sehingga  tidak  memungkinkan menjadi sebab munculnya masalah baru baginya.

  1. Bentuk Layanan Bimbingan Rohani Pasien
  2. Bimbingan Spiritual

Bimbingan spiritual adalah bimbingan dengan mengedepankan spirituallitas agama seperti dzikir, doa dan sebagainya. Bimbingan ini dimaksudkan agar pasien lebih mendekatkan diri kepada Allah. Termasuk didalamnya mengarahkan kepada pasien yang dalam keadaan sakaratul maut untuk senantiasa mengingat kepada Allah sehingga seandainya meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.

  1. Bimbingan Psikologis

Bimbingan psikologis adalah bimbingan bimbingan yang ditujukan kepada masalah psikologis pasien seperti untuk menghilangkan kecemasan, keputusasaan, ketakutan dan masalah psikologis lainnya. Bimbingan ini tentunya menggunakan pendekatan-pendekatan psikologis.

       2. Bimbingan Fiqih Sakit

Bimbingan fiqih sakit adalah bimbingan yang menjelaskan kepada pasien tentang tatacara ibadah orang sakit. Mulai dari bersuci sampai ibadahnya khususnya shalat wajib. Kita tahu bahwa orang sakit tidak memiliki kemampuan seperti orang yang sehat oleh karenanya agama islam memberikan ruhshoh atau keringanan dalam beribadah bagi orang yang sakit. Sebagai contoh ketika seorang pasien tidak bisa mengambil air wudhu atau memang tidak diperbolehkan terkena air secara medis maka wudhu bisa diganti dengan tayamum. Demikian juga dengan shalat ketika seseorang tidak bisa melaksanakannya dengan berdiri boleh dilaksanakan dengan duduk, berbaring, bahkan dengan isyarat. Oleh karenanya bimbingan ini sangat penting karena walaupun dalam keadaan sakit ibadah kepada Allah tetap harus dijalankan.